Q1. Saya masih agak bingung dengan biaya yang dibutuhkan untuk mendaftarkan barcode. Berapa sebetulnya biaya yang saya harus keluarkan?

A1. Perkiraan biaya mungkin membingungkan mengingat selain ada beberapa komponen biaya, biaya pengurusan barcode tidak sama sesuai besar kecil perusahaan.

Biaya pokok untuk Perusahaan sedang hingga besar, perkiraan biaya sekitar Rp. 5.500.000 – Rp. 12.000.000,-. Untuk UKM, perkiraan biaya sekitar Rp. 4.000.000,- an.  Biaya juga dipengaruhi oleh turun naik rate USD – IDR.

Q2. Apa saja komponen biaya pengurusan barcode?

A2. Silahkan melihat halaman BIAYA.

Secara garis biaya terdiri dari:

1. Biaya Resmi (Official Fee): (a) Biaya Pendaftaran yang dibayarkan sekali; (b) Biaya Pemeliharaan yang dibayarkan Tiap Tahun; dan (c) Biaya Nomor yang dibayarkan tiga tahun sekali.

2. Honor Kami (Our fee): Biaya Pengurusan dan Penunjukkan Kuasa dibayarkan sekali hingga Corporate Key Prefix diperoleh.

Q3. Adakah biaya lain-lain?

A3. Ada. tapi bersifat pilihan (opsional). Silahkan melihat halaman BIAYA.

Biaya lain-lain adalah:

1. Biaya Resmi (Official Fee):  (1) Aplikasi Film Master  per nomor barcode, (2) Verifikasi Nomor Barcode per nomor

2. Honor Kami (Our fee): Biaya Pengurusan per nomor barcode.

Q4. Mengapa PengurusanBarcode.com meminta pembayaran di muka?

A4. Ketentuan “Pembayaran Di Muka” atas Invoice-invoice, dimaksudkan semata-mata untuk kelancaran administrasi dan proses penerbitan nomor barcode sesuai jangka waktu ditentukan, yaitu 14 (empat belas) hari dihitung sejak seluruh invoice-invoice Pengurusan Barcode dan Registrar dibayarkan tidak termasuk hari libur, Sabtu dan Minggu. Disisi lain, ketentuan ini kami terapkan untuk menghindarkan menumpuknya “pending orders” atau order-order gantung yang berlarut-larut yang tentunya selain tidak efisien juga memakan waktu, biaya dan sumber daya kami yang tidak sedikit. Kami menghargai uang dan waktu anda, dan kami harap anda pun sebaliknya.

Q5. Apakah PengurusanBarcode.com berwenang mengeluarkan nomor barcode?

A5. PengurusanBarcode.com tidak berwenang mengeluarkan nomor barcode. Satu-satunya badan dunia yang berwenang mengeluarkan barcode adalah GS1 sebagai otoritas pendaftar (registrar) yang mengalokasikan nomor barcode untuk perusahaan-perusahaan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. PengurusanBarcode.com hanya menyediakan jasa pengurusan untuk mendapatkan nomor bagi perusahaan.

Q6. Apakah PengurusanBarcode.com memperjual-belikan nomor barcode?

A6. Meskipun belum ada ketentuan hukumnya, memperjual-belikan nomor barcode adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan mengingat akan merusak prinsip keunikan nomor barcode untuk satu perusahaan. PengurusanBarcode tidak-pernah memperjual-belikan atau membagi-pakai (share) nomor barcode. Kami memahami bahwa banyak bisnis yang menawarkan hal tersebut di internet, dan kami pastikan bahwa kami tidak memberikan penawaran tersebut.

Q7. Bagaimana mengenali bisnis jual-beli atau share nomor barcode di Internet?

A7. Umumnya mereka menawarkan nomor-nomor dengan harga yang tidak standar. Biasanya ditawarkan sangat murah, USD 30  misalnya, tanpa ada keharusan membayar biaya maintenance/tahunan atau melengkapi dokumen-dokumen persyaratan.

Q8. Biaya Pengurusan Barcode sangat mahal untuk ukuran Indonesia. Bukan hal tersebut menimbulkan ekonomi biaya tinggi?

A8. Percayalah bahwa keluhan tersebut bukan hanya muncul di Indonesia. Di  negara-negara lain bahkan di negara asal barcode yaitu Amerika Serikat, biaya pengurusan barcode selama hampir 40 tahun terakhir masih sering dianggap terlalu “mahal” meskipun sebenarnya biaya tersebut kurang lebih standar di seluruh dunia. Mahal atau tidak sangat relatif, tergantung seberapa penting keharusan mengimplementasikan barcode dalam usaha anda. Ingat bahwa ketika anda mengaplikasikan barcode berarti anda memasuk jalur komersial yang berpotensi untuk memberikan potensi laba yang jauh melebihi investasi anda untuk mengimplementasikan barcode.

Anda Mengenakan Biaya Rp. 1.000.000 untuk mewakili klien dalam Pengurusan Barcode melalui anda. Kalau boleh tahu, apa saja komponennya sehingga anda memberlakukan tarif sejumlah itu?

A9. Biaya Pengurusan Per Klien terdiri dari (1) Biaya Operasional untuk setiap case per klien (Biaya-biaya Transport, Biaya-biaya TIKI/Kurir/Pos, Biaya-biaya Print, Biaya-biaya fotokopi, Biaya Telpon Klien+Registrar, Biaya Penyiapan Data Aplikasi, Biaya-biaya ATK, Biaya-biaya Materei) yang jumlahnya mencapai sekitar Rp. 300.000,-  per klien; (2) Biaya Back-end Support/ Pengembalian Investasi Bulanan yang dibebankan per klien (Biaya Server, Biaya Domain, Biaya Koneksi Internet, Biaya Web Master/ Web Maintenance, Biaya Web Programming, Perawatan Hardware/ Peralatan, Listrik, Iklan/SEO) sekitar Rp. 400.000,-; (3) dan Honor Kami sekitar Rp. 300.000 per aplikasi.

Be Sociable, Share!